Resmikan Launching ORI, Wawali Imbau Agar ORI Diikuti Oleh Seluruh Siswa Di Kota Bontang

(Bontang, 1 Maret 2018). Outbreak Response Immunization (ORI) adalah salah satu upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit dengan pemberian imunisasi. ORI merupakan strategi untuk mencapai kekebalan individu dan komunitas hingga sebesar 90-95%. Sehingga, KLB difteri dapat diatasi.

Tahun 2017, sebanyak 20 provinsi di Indonesia mengalami KLB difteri. Hingga November 2017, tercatat 593 kasus dan 32 kematian yang dilaporkan. Sehingga, menempatkan Indonesia di posisi kedua dengan kasus difteri terbanyak di dunia setelah India.  Berbeda dengan tahun sebelumnya, rentang usia penderita difteri dimulai dari usia 3,5 tahun hingga usia 45 tahun pada tahun 2017. Data Ditjen P2P Kemenkes, menyebutkan terdapat 66% dari jumlah prevalensi yang tidak melakukan imunisasi dan 31% melakukan imunisasi, namun status imunisasinya tidak lengkap. Padahal, untuk terbebas dari difteri, setidaknya harus mendapatkan tiga kali imunisasi difteri.

Dengan tema “Sukses Imunisasi Kesehatan Generasi Kita”, bertempat di aula SMA Negeri 1 Kota Bontang dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota Bontang melaksanakan launching ORI pada Kamis (1/3/18).  Sasaran ORI ini adalah seluruh siswa TK, SD, SMP, dan SMA sederajat di Kota Bontang. Tujuan utama ORI sendiri yaitu  memutuskan penularan penyakit difteri pada anak usia 1 tahun – 19 tahun yang tinggal di daerah kejadian luar biasa (KLB) tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Acara launching ORI ini dihadiri oleh Wakil Walikota Bontang, Basri Rase, Asisten II, Nurul Hidayati, Wakil Ketua Dewan dan  Forkompinda, Direktur Rumah Sakit di selutruh Kota Bontang, Lurah, Camat, kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se- Kota Bontang, perwakilan dari organisasi profesi seperti IDI, IBI dan PPNI serta perwakilan dari beberapa OPD.

Dalam sambutan Walikota yang dibacakan oleh Wakil Walikota Bontang, menghimbau agar ORI diikuti oleh seluruh siswa di Kota Bontang.

“Imunisasi tidak membawa efek negatif. Sekalipun terjadi demam setelah menerima imunisasi, itu adalah reaksi tubuh yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan demam yang disebabkan oleh difteri. Mari kita berikan hak perlindungan kepada anak. Imunisasi adalah hak anak sekaligus bukti kasih sayang orang tua kepada anak. Jangan diabaikan. Generasi muda yang sehat adalah investasi masa depan yang tidak ternilai harganya, “ ucap Basri menutup sambutannya sekaligus meresmikan pembukaan launching ORI bagi siswa sekolah se–Kota Bontang.

PPID Kota Bontang