Rakor Persiapan Pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) dan Sosialisasi Kampanye Measles Rubela (MR)

(Bontang, 28 Februari 2018). Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Bahauddin, MM dalam sambutannya mengatakan, bahwa pencegahan penyakit difteri perlu dilakukan, salah satunya dengan pelaksanaan ORI.

“ORI akan dilaksanakan disekolah – sekolah, karenanya saya berharap seluruh Kepala Sekolah yang hadir memberikan data-data siswa disekolah masing-masing, agar saat pelaksanaan ORI dilapangan tidak terjadi kendala,” tuturnya di acara Rakor Persiapan Pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) dan sosialisasi kampanye Measles Rubela (MR) di Pendopo Rumah Walikota Bontang pada Selasa (27/2/18) pagi.

Rakor dan sosialisasi ini di hadiri oleh Wakil Walikota Bontang Basri Rasse, Kepala Dinas Kesehatan selaku narasumber, Kepala OPD se Kota Bontang, para Kepala Sekolah, perwakilan Kemenag, perwakilan Puskesmas, Rumah Sakit dan Klinik, serta perwakilan perusahaan di Kota Bontang.

Lebih lanjut Bahauddin menjelaskan pentingnya imunisasi MR atau yang lebih dikenal dengan campak mengingat bahayanya virus tersebut dan dapat menyebabkan katarak . “Data yang diperoleh oleh Dinas Kesehatan, terdapat anak yang telah menderita katarak disebabkan oleh virus rubella,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Bontang Basri Rasse membuka secara resmi acara ini dan sangat mengapresiasi pelaksanaan ORI dan imunisasi MR. “Penyakit tidak pernah memandang orang dan tidak mengenal waktu. Karena mencegah lebih baik, jangan sampai mencegah setelah terkena penyakit,” tuturnya.

Karena pentingnya kesehatan dan imunisasi bagi anak sebagai aset bangsa, Basri Rasse menghimbau agar mengkonsumsi makanan bergizi dan melengkapi anak dengan imunisasi sesuai standar yang berlaku di Indonesia.

Sebagai informasi, pelaksanaan ORI merupakan salah satu langkah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bontang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam rangka pencegahan difteri di Kota Bontang. ORI akan dilaksanakan di sekolah-sekolah, karena 77 % kasus difteri menyerang usia 1-18 Tahun, dan hal ini merupakan usia anak sekolah.

PPID Kota Bontang