Dialog Interaktif Program Jaksa Menyapa Dalam Rangka Netralitas ASN Jelang Pilkada Kaltim 2018

Bontang, 8 Februari 2018) Walikota Bontang Neni Moerniaeni,SpOG, bersama Kajati Kaltim DR.Fadil Zumhana,SH,MH didampingi Assisten Inteljen DR. Josia Koni,SH,MH serta Assisten Pembinaan Abdullah,SH,MHurun melaksanakan acara urun rembuk dalam menyambut pesta Demokrasi Pilkada serentak di Kaltim pada 27 Juni 2018 mendatang.

Kegiatan tersebut berkaitan dengan program “Jaksa Menyapa” Dengan tema “Netralitas ASN dalam Pilkada Serentak Kalimantan Timur Tahun 2018” yang digelar di Ballroom Hotel Equator Bontang, dengan dihadiri oleh  Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Ketua Bawaslu, Asisten Administrasi Umum, Kepala OPD, Forkopimda Kota Bontang serta Jajaran Direksi PT Pupuk Kaltim,  dan tamu undangan lainnya.

Kedatangan rombongan Kajati Kaltim Fadil Zumhana, tidak lain ingin menyapa masyarakat Kaltim, khususnya masyarakat Bontang, dengan dalam kaitan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)  yang ada di Kota Bontang untuk dapat bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada Kaltim 2018.

Sebagai penegak hukum, tugas Kejaksaan juga melakukan sosialisasi untuk memberi pengertian kepada masyarakat,  agar dilapangan nanti tidak terjadi permasalahan, ” Dalam Pilkada yang sangat  berperan adalah Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara karena mereka dibiayai oleh negara, untuk mensosialisasikan berkaitan pelaksanaan pilkada serentak yang akan digelar di Kaltim,”kalau ini jalan, maka sedikit akan mengurangi adanya pelanggaran-pelanggaran dilapangan nantinya ”  demikian uraian Kajati Kaltim Fadil Zumhana

Lanjut Fadil “Berkenaan Netralitas ASN, kenapa ASN harus netral karena itu perintah undang-undang, dan tidak boleh mendukung salah satu calon kalau itu tidak netral  maka pilkada nanti  akan menimbulkan kecurangan-kecurangan kalau ini tidak diatur maka akan tidak baik  dalam penyelenggaraan pilkada mendatang

Senada dengan penyampaian Kajati Kaltim, Sekretaris Dinas Kominfo dan Statistik Kota Bontang Ririn Sari Dewi, menyatakan pihaknya akan terus mensosialisasikan guna mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Bontang untuk tetap menjaga netralitas dalam menghadapai pilkada serentak mendatang.

“Kita maunya profesional, Kominfo sebagai salah satu penyaji dan sumber informasi. Akan berperan dalam hal itu, himbauan akan kami sebarkan baik lewat sosial media, Website, PPID, lewat artikel publikasi, serta lewat media masa untuk terus mengingatkan terkait netralitas ASN tersebut,”  Menurutnya, “posisi Kominfo dalam hal ini pada posisi memastikan bahwa seluruh informasi mengenai himbauan aturan netralitas ASN tersampaikan dengan benar. Sedang terkait, pengawasan dan penindakan menjadi peran inspektorat daerah, sebagai organisasi perangkat daerah yang mengawasi terhadap PNS/ASN” urai Ririn 

Memasuki tahun 2018 yang merupakan tahun politik, segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk menjaga netralitas dan profesionalisme agar tidak terlibat politik praktis, guna memastikan hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerbitkan surat tentang Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2018, Pemilihan Legislatif tahun 2019, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019.

Dalam surat bernomor B/71/M.SM.00.00/2017 yang ditandatangani Menteri PANRB Asman Abnur disebutkan agar para Pejabat Pembina Kepegawaian dan seluruh ASN dapat memperhatikan peraturan yang berkaitan dengan netralitas ASN dalam Pilkada.

Seperti dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN Pasal 2 huruf f, menyatakan bahwa salah satu asas penyelenggaraan kebijakan dan managemen ASN adalah “netralitas”, yang berarti bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun, dalam surat yang ditetapkan pada 27 Desember 2017 itu disebutkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil akan dijatuhkan hukuman disiplin tingkat sedang hingga berat.

Selesainya tajuk program tersebut Walikota Bontang Neni Moerniaeni berkenan memberi kenangan-kenangan berupa plakat yang diserahkan kepada Kajati kaltim DR. Fadil Zumhana,SH,MH 

PPID Kota Bontang