Cegah Wabah Difteri, Dinkes Lakukan Gerakan Preventif Sejak Dini (Bahauddin : Tindakan Preventif Sangat Penting Untuk Mencegah Wabah Difteri)

(Bontang, 24 Januari 2018). Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.  Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sehingga, imunisasi difteri saat ini termasuk dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia.

Sebagai informasi, bakteri difteri dapat memicu beberapa komplikasi seperti gangguan pernafasan, kerusakan jantung, kerusakan syaraf, kerusakan kulit, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan difteri sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan wabah difteri agar tidak menyebar di Kota Bontang.

Ditemui diruangannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Bahauddin, MM menjelaskan bahwa merebaknya wabah difteri di Indonesia cukup menyita perhatian seluruh masyarakat termasuk pemerintah. Di Provinsi Kaltim misalnya, beberapa kota seperti Balikpapan, Samarinda, Kukar, Kutim bahkan Bontang juga terkena wabah difteri.

“Hampir diseluruh wilayah Kaltim terjangkit difteri, seperti Balikpapan, Samarinda, Kukar, Kutim bahkan Bontang. Puncaknya bulan Desember kemarin terdapat satu orang suspect yang terjangkit wabah difteri di Kota Bontang. Saat itu kami mewajibkan pasien tersebut untuk diisolasi, pengunjungnya juga harus dibatasi dan memakai pakaian khusus yang hanya satu kali pakai,” terang Bahauddin.

“Tidak hanya pasiennya, tapi seluruh tetangga di daerah tempat tinggal pasien, dokter serta perawat yang merawat pasien juga kami berikan anti serum, vaksin dan sosialisasi. Tindakan preventif seperti ini sangat penting untuk mencegah penyebaran wabah difteri,” tuturnya.

Lebih lanjut, dr. Bahauddin, MM menjelaskan bahwa imunisasi TDP sangat penting. Di Indonesia, vaksin difteri biasanya diberikan melalui imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan. Umumnya anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, dan usia 4-6 tahun. Namun untuk perempuan mendapatkan tujuh kali imunisasi sampai usia 7-10 tahun.

Sampai saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bontang masih terus melaksanakan upaya preventif untuk mencegah penyebaran wabah difteri, yaitu sosialisasi di kelurahan, kecamatan dan sekolah, menggelar rapat koordinasi tingkat kota dengan seluruh instansi terkait, dan pemberian imunisasi gratis di puskesmas, posyandu dan pusat kesehatan lainnya di bawah naungan Pemerintah Kota Bontang.

PPID Kota Bontang