Walikota Resmi Membuka Pesta Laut Bontang Kuala. Walikota : Kita Akan Mengadakan Kapal Wisata yang Menghubungkan Titik – Titik Wisata Kota Bontang

(Bontang, 20 November 2017). Pesta Laut Bontang Kuala merupakan agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan oleh masyarakat Bontang Kuala. Kegiatan ini digelar dalam rangka perwujudan rasa syukur dan doa kepada Tuhan, agar para nelayan senantiasa selalu dalam lindungan Tuhan sehingga ditahun mendatang masyarakat akan mendapat hasil laut yang berlimpah untuk mensejahterakan keluarga nelayan serta sebagai bentuk pelestarian kearifan budaya, yang menitikberatkan acara adat setempat.

Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, kegiatan tersebut berlangsung di panggung adat Bontang Kuala pada Senin (20/10/17),  kegiatan pembukaan Pesta Laut tersebut dihadiri oleh Walikota, Wakil Walikota, Ketua DPRD dan Tim Forkompinda, tamu dari Kesultanan ING Martadipura serta kepala dinas pariwisata provinsi berikut hadir juga wakil dari PKT, LNG, KDM, Indominco, Pama dan sponsor yang lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Halimah mengungkapkan bahwa melalui kegiatan Pesta Laut dapat membantu masyarakat Bontang Kuala dalam meningkatkan pendapatannya.

“Tujuan dari  pelaksanaan pesta laut adalah selain untuk mengucap syukur atas nikmat lindungan Tuhan, juga untuk memberikan lapangan kerja dan lapangan usaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Kota Bontang Kuala,” ungkapnya.

Di  akhir laporannya ketua panitia pesta laut juga berharap dengan adanya Pesta Laut dapat menguatkan kebhinekaan dalam kesatuan masyarakat Bontang.

“Saya berharap, semoga dengan adanya Pesta Laut ini kebhinekaan dan kesatuan masyarakat Bontang semakin erat,” tuturnya.

Wakil Pihak Kesultanan Kutai yang diwakili oleh Kementerian Tata Budaya menegaskan bahwa budaya yang ada di Bontang Kuala merupakan salah satu warisan situs budaya yang wajib dipertahankan. Kesultanan juga memohon untuk menyediakan dana setiap tahun guna pelaksanaan acara budaya.

Senada, dalam sambutannya Walikota Bontang Neni Moernaeni menyampaikan bahwa ketika kota Bontang tidak ada lagi LNG dan industri turunannya jangan sampai menjadi “kota mati”. Hal tersebut membuat Walikota lebih berkonsentrasi dan berkomitmen untuk mengembangkan titik destinasi pariwisata maritim. Seperti Ecotourism sungai Belanda, mangrove BSD dan mangrove Berbas Pantai.

“Saya berharap dengan dibangunnya destinasi ini, diharapkan ke depannya Bontang tetap bergerak perekonomiannya. Untuk tahun ini kita juga akan mengadakan kapal wisata yang menghubungkan titik titik wisata di Kota Bontang, yang dapat mengundang turis untuk datang ke Kota Bontang,” harapnya.

Sebagai bahan informasi, acara Pesta Laut akan diselenggarakan mulai tanggal 20 – 26 November 2017 di Kampung Budaya Bontang Kuala.

PPID Kota Bontang